Archive for March, 2012
Ramirez Ingin Perkuat Tim Besar
Bologna dikabarkan akan melepas pemain mudanya Gaston Ramirez pada bursa ransfer musim panas mendatang. Pihak managemen tak akan menahan atau mempersulit dirinya karena pemain berusia 21 tahun ini langsung menyampaikan keinginannya untuk keluar dari skuad Stefano Pioli dan pindah ke tim besar.
Akan tetapi, Albano Guaraldi sebagai presiden klub tersebut juga menegaskan harga yang dipatok Bologna untuk pemain 21 tahun kelahiran Uruguay itu tak akan murah.
“Kami akan duduk dan berdiskusi pada Juni dan melihat apa jalur terbaik bagi masa depan Ramirez. Dia memiliki banyak peminat, tapi untuk sekarang dia tengah menikmati waktunya di Bologna,” ucap Guaraldi kepada salah satu media masa.
“Dia ingin bermain untuk sebuah tim besar, dan kami akan berusaha dan mengambil keuntungan semaksimal mungkin darinya demi memastikan masa depan cerah bagi klub ini,” tambahnya.
Ramirez, yang direkrut Bologna dari Penarol seharga €2,5 juta pada 2010, memainkan peran penting bagi pencapaian tim bertengger di posisi sepuluh klasemen sementara Serie A 2011/12. Dari total 25 laga Serie A musim ini, ia mencetak lima gol dan mengirimkan empat assist.
Kemenangan Menjadi Proritas Pelatih Lazio
Seperti yang kita ketahui, Lazio berhasil menang tipis atas Cagliari dengan skor 1 – 0 saat berlaga di Stadio Olimpico pada hari minggu kemarin dalam kelanjutan liga Italia. Tim besutan Edoardo Reja hampir saja harus berbagi angka jika Mobido Diakite tidak mencetak gol pada menit ke – 88.
Edy Reja sebagai pelatih Lazio mengakui bahwa anak – anak asuhnya tidak tampil dengan performa yang baik dalam pertandingan tersebut. Namun pelatih berusia 66 tahun ini mengatakan hal itu bukan menjadi masalah.Yang terpenting kami sudah berhasil mendapatkan tiga angka dalam laga tersebut.
Menurut Reja, dengan Serie A 2011/12 kian mendekati garis finis, yang paling utama dalam sisa musim adalah fokus memetik kemenangan, kendati itu diraih lewat permainan jelek.
“Sebelumnya kami tidak sedang dalam momen yang membahagiakan dan kami mesti menang melawan Cagliari,” ucap sang pelatih, yang tak boleh mendampingi anak-anak asuhnya dari bench akibat kartu merah di laga sebelumnya kontra Catania, kepada stasiun radio.
“Itu bukan permainan yang cantik, tapi performa bukan masalah. Untunglah, Diakite telah mengangkat kami dari masalah.”
“Saya berada jauh dari lapangan, jadi saya sangat menderita karena tak dapat berkomunikasi seperti yang saya inginkan. Tapi, saya pikir [asiste pelatih Giovanni] Lopez telah melakukan tugasnya dengan memenangi laga penting dan menyediakan basis fundamental bagi para pemain.”
“Pada waktu seperti ini, liga hanyalah tentang hasil, karena seperti telah kita lihat klub-klub lainnya sedang kewalahan. Napoli ditahan oleh Catania.”
“Awalnya saya tak sadar Catania berhasil menyamakan kedudukan [setelah tertinggal 2-0], jadi terasa bagai kejutan menyenangkan mendengar sorakan penonton yang turut menyambut hasil itu.”
Kemenangan Lazio ditambah hasil imbang Napoli serta Udinese membuat anak-anak asuh Reja menempati pole position dalam balapan menuju tiket terakhir ke Liga Champions.
Gli Aquilotti sekarang mengantungi keunggulan tiga angka atas Partenopei dan Zebrette, dan Reja menekankan bahwa klubnya siap berusaha mengamankan posisi tersebut hingga kompetisi benar-benar rampung.
“Perjuangan untuk Liga Champions akan terus berlanjut hingga saat-saat terakhir, tapi menang setelah amat menderita menghadapi tim dengan performa bagus seperti Cagliari merupakan sinyal signfikan.”
“Kami bertahan sebagai satu kesatuan, semua orang berkorban demi kebaikan tim. Terdapat konsentrasi luar biasa,” tandas Reja.
Van der Vaart : Insiden Muamba Sangat Mengerikan
Fabrice Muamba kolaps di lapangan hijau ketika timnya menghadapi Tottenham Hotspur. Pada saat kejadian tidak ada satu pemain pun yang berada dekat dengan dirinya. Muamba pun harus berjuang melawan maut saat itu juga. Rafael van der Vaart menyebut kejadian tersebut merupakan insiden yang paling megerikan dalam perjalanan kariernya.
Pemain internasional Belanda ini memang terus berdoa dengan raut muka tegang ketika paramedik memberikan bantuan kepada Muamba di lapangan. Van der Vaart pun menjelaskan kronologis yang menimpa Muamba di White Hart Lane.
“Hampir tidak bisa dimengerti apa yang terjadi di sana,” kata Van der Vaart dalam laman resmi Spurs.
“Sangat mengerikan melihat pemain muda berjuang di lapangan untuk menyelamatkan nyawanya.”
“Saya berdiri sekitar 10 meter darinya, tapi tidak melihat dia jatuh. Itu terjadi di belakang saya, tapi saya langsung berputar saat mengetahui ada sesuatu terjadi.”
“Saat itu, semua pemain di lapangan panik. Sangat mengerikan melihatnya, ini benar-benar insiden mengerikan dalam karier saya,” lanjut Van der Vaart.
Pemain usia 29 ini tak henti-hentinya memberikan dukungab moril kepada Muamba, keluarga dan rekan-rekan setimnya.
“Saya ucapkan simpati kepada keluarga, rekan setim dan semua orang yang terhubung dengan Bolton Wanderers. Fabrice, kami akan terus berdoa untukmu dan dari hati yang paling dalam saya berdoa semua semua akan baik-baik saja.”
Carlo Mazzone Dukung Roma Berada di Tiga Besar
AS Roma harus menempati posisi ke enam dengan mengoleksi 44 angka pada klasemen sementara serie – A liga Italia. Penampian tim yang di arsiteki Luis Enrique terbilang angin – anginan. Melihat hal ini mantan pelatih Roma Carlo Mazzone terus memberikan semangat dan yakin eks tim besutannya bisa berasa di posisi ketiga pada akhir kompetisi nanti.
“Sampai sekarang saya pikir Napoli lebih layak di posisi tiga,” ujar Mazzone kepada salah satu media.
“Tapi, saya berharap Roma memberikan sesuatu yang lebih di sisa kampanye, terutama jika beberapa rival mereka mulai kesulitan.”
AC Milan dan Juventus hampir pasti meraih tiket otomatis ke Liga Champions, sementara zona kualifikasi masih diperebutkan antara Lazio [48 poin], Napoli dan Udinese [47 poin], Il Lupo terus menguntit dengan nilai 44.
“Luis Enrique, klub dan Roma butuh waktu, tapi kualifikasi Liga Champions akan menjadi hasil besar. Kesabaran dibutuhkan, yang sulit dilakukan dalam posisi seperti Roma. Tapi Enrique pelatih hebat dan dia memiliki pemain muda yang akan mempunyai karier sukses.”
Dua Gol Messi Permalukan Racing Santander
Berlaga di Campos de Sport de El Sardinero dini hari pagi, Barcelona berhasil menundukan Racing Santander dengan skor 2 – 0 dalam kelanjutan liga Spanyol. Para pemain Santander pun hanya bisa menundukan kepala di setelah usai pertandingan dan membuat para penggemarnya kecewa karena mereka tidak dapat berbuat banyak untuk menghadapi tim besutan Pep Guardiola.
Sang Bintang Barcelona yakni Lionel Messi lagi – lagi menjadi pahlawan dalam pertandingan tersebut dengan menyumbangkan dua golnya untuk kemenangan El Barca. Walaupun Barca bertindak sebagai tim tamu tapi mereka sangat mendominasi jalannya pertandingan dan terus menyerang tim tuan rumah.
Pemain asal Argentina ( Messi ) berhasil membawa Barcelona unggul di menit ke – 29 memanfaatkan umpan dari Cesc Fabregas dan menceploskan ke gawang yang di kawal oleh Mario. Skor 1 – 0 pun tidak berubah sampai waktu turun minum.
Di babak kedua Barca tidak mengendurkan serangan, bermain di hadapan suporter tim lawan tidak membuat mental Xavi cs menjadi lemah.
Barca justru kembali menambah penderitaan Racing saat Messi lagi membobol gawang tuan rumah. Kali ini gol sang bintang tercipta dari titik putih pada menit ke-59. Unggul 2-0, Barcelona di atas angin.
Kedudukan itu pun tak bisa lagi dikejar oleh Racing dan armada Guardiola pun pulang dengan tiga poin.
Hasil ini membuat Barca tetap menjaga jarak 10 angka dari Real Madrid yang menduduki singgasana klasifika La Liga. Barca kini mengantungi 60 poin, sedangkan Racing tetap tertahan di zona merah dengan 24 poin.
